EMPAT LAWANG | Globalsumatera.com – Suasana penuh semangat dan harapan menyelimuti kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang, Senin (7/9/26).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad, Wakil Bupati Empat Lawang, Wakil Bupati Lahat, Wakil Wali Kota Pagar Alam, unsur Forkopimda Empat Lawang, para kepala OPD, orang tua siswa, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kegiatan Open House dan MPLS tidak sekadar menjadi momentum bagi para siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi awal perjalanan panjang dalam menyiapkan generasi muda Empat Lawang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Kepala SR Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang, Suparno, mengatakan bahwa hari MPLS ini bukanlah sekadar hari pertama bagi anak-anak mengenal sekolah, melainkan awal dari sebuah perjalanan untuk mempersiapkan masa depan mereka.
“Hari ini bukan hari pertama anak-anak mengenal sekolah, tetapi merupakan awal perjalanan untuk menyiapkan masa depan. MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi pintu masuk menuju masa yang aman, masa yang nyaman untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.
Suparno menjelaskan, pada tahun ajaran ini SR Terintegrasi 1 Empat Lawang menerima sebanyak 270 siswa baru, yang terdiri dari 150 siswa SD, 30 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Selain itu, terdapat 82 siswa lama yang melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga yang berada pada kelompok desil 1 dan 2 untuk memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Sementara itu, Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad, menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan peluang besar bagi anak-anak Empat Lawang untuk mengubah masa depan melalui pendidikan.
“Dengan adanya Sekolah Rakyat, insyaallah ini menjadi kesempatan anak-anak kita untuk maju. Ini bukan sekolah ecek-ecek, tetapi sekolah yang dipersiapkan dengan standar yang baik, bahkan menuju sekolah berkelas internasional,” kata Joncik.
Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan paling penting untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat memperbaiki taraf hidup mereka.
Joncik pun membagikan pengalaman hidupnya kepada para siswa dan orang tua yang hadir. Ia mengaku berasal dari keluarga yang kurang mampu, namun pendidikan telah membawanya hingga menjadi Bupati Empat Lawang.
“Ini pengalaman hidup saya. Saya berasal dari orang yang kurang mampu, tetapi saya bisa menjadi seperti sekarang karena sekolah. Kenapa saya ceritakan ini? Karena saya ingin anak-anak kita nanti bisa lebih hebat daripada saya,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Justru melalui pendidikan, setiap anak memiliki kesempatan untuk membuka pintu masa depan yang lebih luas.
Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Empat Lawang diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan penuh kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat, Sekolah Rakyat diharapkan mampu melahirkan generasi Empat Lawang yang berpendidikan, berkarakter, percaya diri, dan memiliki daya saing untuk menatap masa depan. (IQ)
