2 November 2026

KAYUAGUNG | Globalsumatera.com – Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba), Abdur Rohman Husen, menghadiri kegiatan kunjungan lapangan, penanaman demplot bambu, serta peninjauan infrastruktur pembasahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian hari kedua Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Konsolidasi Kesiagaan Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Sebelumnya, Rakornas digelar di Hotel Swarnadipa, Palembang, Kamis (29/10/2026), oleh Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Rakornas tersebut menjadi forum konsolidasi dan evaluasi penanganan karhutla sekaligus memperkuat kesiagaan menghadapi potensi kebakaran pada 2027.

Kabupaten OKI dipilih sebagai lokasi peninjauan karena memiliki kawasan gambut yang luas. Dalam kunjungan di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, rombongan meninjau kawasan demplot restorasi gambut yang telah mengalami pemulihan melalui proses alami maupun intervensi.

Kawasan yang pernah mengalami kebakaran berulang pada 1997 dan 2006 tersebut kini mulai berkembang menjadi hutan rawa gambut dengan puluhan spesies pohon, di antaranya jelutung, ramin, dan belangeran. Vegetasi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem gambut dan menekan emisi karbon.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta Bupati OKI Muchendi Mahzareki.

Dalam arahannya, Gubernur Sumsel Herman Deru menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan pemanfaatan potensi kearifan lokal dalam menjaga ekosistem gambut.

“Saya berkeinginan agar kabupaten-kabupaten di Sumsel yang memiliki potensi gambut dapat menjadi mitra aktif. Mari kita bersama-sama dibina oleh pemerintah provinsi serta Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional untuk mencegah, menjaga, dan menanggulangi karhutla, sekaligus memastikan adanya pemanfaatan nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mendorong pengembangan kembali peternakan kerbau rawa sebagai salah satu upaya menjaga kelembapan gambut sekaligus membuka peluang penghasilan bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen menegaskan bahwa pelestarian ekosistem gambut membutuhkan kolaborasi erat antardaerah. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pelestarian ekosistem gambut merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi erat antardaerah. Melalui pembelajaran keberhasilan di Kabupaten OKI, Pemkab Muba siap mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan secara bijak demi menjaga kelestarian alam sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Abdur Rohman Husen didampingi Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muba, Drs. M. Thabrani Rizki, M.Si., serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Keikutsertaan Pemkab Muba dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempelajari praktik restorasi gambut dan strategi mitigasi karhutla di OKI untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi wilayah Muba.

Melalui sinergi antardaerah, pemerintah berharap pelestarian ekosistem gambut dapat berjalan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. (*)

About The Author